News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

1 Tahun Sudah, Kasus Dana Bos SMA 1 Sidikalang Mengendap di Kejaksaan

1 Tahun Sudah, Kasus Dana Bos SMA 1 Sidikalang Mengendap di Kejaksaan


Dugaan penyimpangan penggunaan anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA 1 Sidikalang tahun anggaran 2016 senilai Rp 1.569.400.000  yang ditangani  Kejaksaan Negeri Dairi, belum menunjukkan perkembangan alias mengendap.

Pasalnya,hingga akhir bulan maret ini belum ada perkembangan padahal udah 1 tahun lebih ditangani kejaksaan Negeri Dairi.

Sementara Kepala Sekolah SMA 1 Sidikalang, ALS udah bolak balik dipanggil Jaksa.

Kepala Kejaksaan Dairi,Johnny William Pardede  belum bersedia memberikan jawaban. Saat dihubungi Lensa Sumut.Com melalui seluler tidak diangkat dan kirim pesan melalui WhatsApp tidak dibalas balas.

Sumber yang layak dipercaya me­nye­but pemeriksaan terkait penggu­na­an dana Bantuan Operasional Se­ko­lah (BOS) tahun 2016 senilai Rp Rp1.569.400.000, sudah ada beberapa saksi telah dimintai keterangan sebelumnya oleh Kejaksaan. Di antaranya bendahara BOS,mantan Wakil Kepala Sekolah dan pihak ketiga selaku penyedia barang, sudah diperiksa.

Kasus ini mencuat ke publik pada saat Anna Loisa Sianturi selaku Kepala Sekolah mengelola dana BOS tahun 2016 selama 1 semester. Diakui, ada membeli 15 kilogram  bibit jagung P29 menggunakan dana BOS 2016, namun dalam dokumen pertanggungjawaban disebut berjumlah 20 kilogram. Selain itu, juga dilakukan pembelian bibit kacang tanah, kacang panjang dan lainnya.

Belanja dimaksudkan untuk mendukung program Adiwiyata. Kalau penghargaan ke sekolah banyak,  kualitas juga meningkat. Diakui, pihaknya juga membeli pupuk dan kompos. Dia membantah kalau kegiatan disebut fiktif, namun diakui  tidak semua realisasi sesuai dengan jumlah yang dipertanggungjawabkan.

Pada laporan pertanggungjawaban dana BOS tahun 2016, sebagian anggaran digunakan untuk belanja pupuk jenis  TSP sebanyak 675 kilogram seharga Rp6.075.000, urea tabur 525 kilogram (Rp4.725.000), pupuk kandang 775 kilogram (Rp1.550.000), NPK 480 kilogram (Rp6.000.000), KCl 480 kilogram (Rp5.136.000).

Kemudian benih kacang panjang 10 kilogram, kangkung darat 20 kilogram, kacang tanah 20 kilogram, bayam hijau 28 gram, terong 2 gram, cabai hibrida 51 gram. Harga 20 kilogram jagung tersebut Rp1.980.000 Belanja kebutuhan pertanian lainnya adalah insektisida 9 liter (Rp4.257.000), fungisida 16 kilogram (Rp5.648.000), dan herbisida 8 liter (1.088.000).
(Van)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.