News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Apakah Batak Menghargai Pahlawannya?

Apakah Batak Menghargai Pahlawannya?

Penulis : (Sunggu Sitorus)


Di Aek Sibulbulon i, Huta Sionom Hudon i,
Di si tarmudar Ompu i da, mudar na sohalaosan i.....

Itulah penggalan lirik lagu Aek Sibulbulon. Lagu itu banyak dinyanyikan, khususnya dalam bentuk instrumen hasapi (lute). Zaman saya kecil dulu, saat libur sekolah di bulan Juli, saat bulan purnama, saat belum ada listrik, juga sering menyanyikan lagu ini bersama lagu "Di Rondang ni Bulan i."

Di manakah letak Aek Sibulbulon, Huta Sionom Hudon?



Zaman dahulu hanya ada satu desa di sana. Sionom Hudon, kampung halamannya beberapa marga seperti Sitohang, Tinambunan, Pinayungan, dan tiga marga lagi yang saya tak bisa ingat. Nama "Si Onom Hudon" mengacu kepada 6 marga di atas. Demikianlah yang saya dengar dari masyarakat sana. CMIIW. Tapi sekarang, seiring dengan perkembangan zaman, daerah ini dipecah jadi beberapa desa, sehingga ada desa bernama Sion Sibulbulon, tempat di mana Aek Sibulbulon terletak. Ada jalan Sionom Hudon, yang merupakan jalan menuju ke Pakpak Barat, yang membus Dlleng Simpon, yang sangat terjal. Tapi sudah bisa dilalui kendaraan. Bahkan arah Pakpak Barat sudah diaspal mulus. Tinggal sisi Humbang Hasundutan yang belum diaspal.


Huta Sionom Hudon ini sendiri terletak di Kec. Parlilitan, Humbang Hasundutan. Yang saya tau, Sionom Hudon ini selalu masuk wilayah Tapanuli, kemudian ke Tapanuli Utara, dan lanjut ke Humbang Hasundutan.

Lalu, mengapa di prasasti Makam Sisingamangaraja XII di Balige ditulis bahwa beliau wafat di Dairi?


Inilah masalahnya. Masalah ketidakakuratan sejarah kita, ketidakpedulian kita. Masalah penghargaan kita kepada pahlawan kita. Tapi "kita" juga yang paling lantang teriak mengatakan supaya menghormati pahlawan. Jika begini, bukankah kita malah telah mengabaikan sejarah pahlawan kita? Padahal Parlilitan tidak pernah merupakan bagian dari Dairi, walau memang Parlilitan merupakan kecamatan paling utara di Humbang Hasundutan yang langsung berbatasan dengan Kabupaten Dairi dan Pakpak Barat.


Di Parlilitan, Humbang Hasundutan, di tengah hutan, ada situs monumen gugurnya Sisingamangaraja XII bersama dua orang putranya bernama Patuan Nagari dan Patuan Anggi, serta seorang putrinya bernama Lopian. Sekitar 300 meter dari lokasi itu, terletak Aek Sibulbulon, sumurnya Sisingamangaraja XII.



Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.