News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Dugaan Jual Beli Jabatan, Pengamat Kejaksaan: KPK Segera Selidiki Kejagung

Dugaan Jual Beli Jabatan, Pengamat Kejaksaan: KPK Segera Selidiki Kejagung


Kasus suap jual beli jabatan ternyata masih menghantui birokrasi pemerintahan Jokowi. Terbaru kasus operasi tangkap tangan (OTT) KPK Ketua Umum Partai Rohamurmuziy terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Merespon hal tersebut, pengamat kejaksaan Fajar Trio Winarko meminta KPK juga mengawasi proses lelang jabatan di Kejaksaan Agung. Hal itu mengingat polemik promosi anak Jaksa Agung, Bayu Adhinugroho sebagai Kajari Jakbar dan Sugeng Riyanta sebagai Kajari Jakpus.

"Jika tak ingin dituding setengah hati, KPK harusnya menyelidiki polemik promosi jabatan di Kejaksaan Agung. Apakah sudah sesuai dengan merit system atau belum," kata Fajar di Jakarta, Senin (18/3).

Sistem merit merupakan kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar tanpa membedakan ras, agama, asal usul, jenis kelamin, maupun kondisi kecacatan.

Untuk menyelidiki dugaan jual beli jabatan tersebut, Fajar menyebut KPK bisa menggandeng Kementerian PANRB dan Ombudsman. Hal itu perlu dilakukan mengingat kerugian negara dalam jual beli jabatan per tahun bisa mencapai Rp 35 triliun

Menyikapi hal tersebut, pakar hukum Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengatakan, keistimewaan kenaikan pangkat atau jabatan hanya bisa dilakukan pada mereka yang mempunyai prestasi istimewa pula.

"Artinya jika kenaikan atau perubahan jabatan tidak mengikuti prosedur dan persyaratan, dapat diduga ada berbagai penyimpangan yang terjadi. Apalagi jika hal itu terjadi pada anak atau orang terdekat dari seorang pejabat setingkat Jaksa Agung," kata Abdul Fickar lewat pesan tertulis kepada Tagar News, Kamis (14/3).

Seharusnya, Jaksa Agung dapat menahan diri untuk tidak menggunakan aji mumpung dalam melakukan mutasi jabatan, berkaitan dengan anak serta kroninya.

"Sebab bagaimana pun keadaan konflik kepentingan itu tidak etis dan mestinya komisi etik ASN bisa mulai melakukan kontrol dan pembbenahan," ucap Abdul Fickar.
Sebagai informasi, Bayu Adhinugroho Arianto diangkat sebagai Kajari Jakbar karena dianggap optimal dalam penanganan buron Kajati Lampung yang ditangkap di Bali, yakni Sugiarto Wiharjo alias Alay.

Berdasarkan informasi yang diterima, penangkapan Alay ini sebenarnya merupakan informasi yang diberikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Kejaksaan, bukan prestasi Bayu semata.

Karir Bayu sendiri terbilang moncer selama sang ayah menjabat sebagai Jaksa Agung. Dalam kurun empat tahun, ia pernah menjabat sebagai Kasi Intelijen di Kejari Cibinong, Koordinator Intel Jaksa di Kejati DKI Jakarta, Kajari Gianyar, Asintel Kejati Bali dan sekarang Kajari Jakarta Barat.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.