News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

PN Tanjungbalai Vonis Hukuman Mati Terhadap Kurir Sabu 3 Kilogram

PN Tanjungbalai Vonis Hukuman Mati Terhadap Kurir Sabu 3 Kilogram

PN Tanjung Balai
Pengadilan Negeri Tanjungbalai menjatuhkan Vonis Hukuman mati terhadap seorang terdakwa karena membawa masuk  narkotika jenis sabu seberat 3 kilogram ke Indonesia.

Ketua Majelis Hakim Salomo Ginting,  dibantu Hakim anggota Daniel AP Sitepu dan Erika Harefa dalam amar putusannya menyatakan bahwa Terdakwa Asy'ari alias Syahri (55)  warga jalan Perumahan Ping Hijau Blok B-1,  Kelurahan Batu -IX,  Kecamatan Tanjung Pinang Timur,  Kota Pinang,  Provinsi Kepulauan Riau secara Sah dan Meyakinkan terbukti bersalah mengimpor atau membawa Masuk Narkotika jenis sabu seberat 3 kilogram.

"Oleh karena itu,  Majelis Hakim Menjatuhkan Vonis Mati terhadap tersangka, " Tegas Salomo Ginting Sambil mengetok palu.

Majelis Hakim menimbang bahwa perbuatan terdakwa ini dapat merusak generasi anak bangsa dengan tidak menyokong tindakan pemerintah yang giat memberantas Narkoba,  selain itu  terdakwa juga  tidak mengaku bersalah atas perbuatannya dan selalu berbelit-belit dalam memberikan keterangan saat dalam persidangan.

Vonis Majelis hakim ini lebih tinggi dari Tuntutan Pihak Jaksa Penuntut umum.Sebelumnya  Oppon B Siregar , JPU dari Kejaksaan Negeri Tanjungbalai  menuntut terdakwa dengan pidana 20 tahun.

Atas Putusan Vonis Hakim tersebut,  baik Terdakwa maupun Jaksa mengatakan Pikir - pikir atas Vonis  Hukuman Mati tersebut.

Untuk diketahui, Syahri ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Tanjungbalai di sebuah tangkahan kecil  di Jalan Dok Kapal, Dusun III, Desa Sei Apung Jaya, Kecamatan Tanjung Balai, Kabupaten Asahan pada hari Sabtu (21 /7/2018) sekitar pukul 05.00 Wib.

Di lokasi tersebut,  Polisi menemukan Satu buah jerigen berwarna Biru yang di dalamnya disembunyikan 3 bungkusan Sabu seberat 3 kilogram dan dari keterangan Asy’ari bahwa yang meletakkan jerigen tersebut adalah tersangka Z ( DPO)  .

Sebelumnya pada  hari Jumat, tanggal 20 Juli 2018, sekitar pukul  17.00 Wib , Asy’ari alias Sahri dan Z tiba di perairan Kuala Bagan Asahan dengan mengendarai speed boat dari Port Klang Malaysia.

Dirinya membawa barang haram tersebut atas suruhan dari seorang warga negara Malaysia dengan nama panggilan Pak Tam, yang mana apabila berhasil mengantarkan sabu dari Malaysia ke Medan akan diberi upah Rp. 12.500.000 / kilogram.

Pengadilan  Negeri Tanjungbalai tidak main - main dalam kasus peredaran narkoba,  karena di wilayah Tanjungbalai ini hampir seluruhnya kasus yang disidangkan adalah Kasus Narkoba dan Penghuni Lapas Tanjungbalai hampir Semuanya terjerat kasus narkoba.

" Oleh sebab itu,  kita tidak pernah main - main terhadap peredaran narkoba di wilayah Tanjungbalai " ucap Salomo Ginting.

Sebelumnya,  beberapa bulan lalu Hakim Salomo Ginting ini juga Menjatuhkan Vonis Hukuman Mati terhadap seorang terdakwa atas nama Ridhonya alias DO karena kedapatan mengedarkan Narkoba di Lapas Tanjungbalai dengan barang bukti sabu  90 gram.

Terdakwa DO ini sudah lima kali dihukum dan yang terakhir mengedarkan Narkoba saat dia mendekam di Lapas Tanjungbalai dan untuk memberi efek jera maka Majelis Hakim yang diketuai oleh Salomo  Ginting menjatuhkan Vonis Mati terhadap Terdakwa DO.


Vonis ini lebih tinggi dari tuntutan JPU dari kejari Tanjungbalai yang menuntut terdakwa dengan pidana 16 tahun.(Ferry Matondang/Hetanews.com)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.