News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Tingkat Kerawanan Pemilu 2019 di Sumut Tinggi

Tingkat Kerawanan Pemilu 2019 di Sumut Tinggi


Index potensi kerawanan Pemilu 2019 yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum , Sumut berada pada posisi ke-29 dari 34 Provinsi di Indonesia.

“Kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa TNI dan Polri siap mengamankan Pemilu. Kita tidak boleh pesimis dengan indeks tingkat kerawanan yang dikeluarkan oleh KPU. Tapi kita harus terus siaga dan waspada,” terang Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto.

Pemilihan Umum (Pemilu) pada Rabu, 17 April 2019 mendatang menjadi pesta rakyat bagi seluruh rakyat Indonesia yang melaksanakannya. Untuk menyukseskan acara 5 tahun sekali ini, personil Polri dan TNI menjamin keamanan bagi masyarakat.

Untuk di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), personil yang diturunkan tidak tanggung-tanggung, pengamanan tahapan Pemilu 2019 di Sumut, disiagakan sebanyak 22 ribu gabungan pasukan TNI dan Polri.Ungkapan tersebut turut dibenarkan oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dan Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan Mayjen TNI Sabrar Fadhilla seusai kegiatan apel gelar pasukan pengamanan TNI dan Polri pada Pemilu 2019, di Lapangan Benteng Medan Kamis, 11 April 2019 siang.
Lebih lanjut Kapolda Sumut mengatakan, bahwa apel gelar pasukan yang dipimpin oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian merupakan bentuk apresiasi dan penghormatan.”Ini menjadi tugas kita (TNI – Polri). Kita siap mengamankan Pemilu,” sambungnya.

Bersamaan dengan Kapolda Sumut, Panglima Kodam I Bukit Barisan Mayjen TNI Sabrar Fadhilla menegaskan hal yang sama. Prajurit TNI yang diturunkan untuk melakukan pengamanan pada Pemilu serentak di Provinsi Sumut sebanyak 10 ribu.

“TNI angkatan darat, angkatan laut dan udara siap mendukung Polda Sumut, Polri menjalankan Pemilu dengan aman dan damai. 10 ribu prajurit Kodam I Bukit Barisan diturunkan membantu tugas Polri. Netralitas TNI juga jangan diragukan di pesta demokrasi ini,” ujar Pangdam I Bukit Barisan.

Untuk menyukseskan pesta demokrasi yang merupakan pesta rakyat, Pangdam menegaskan jangan ada yang coba mengganggu, merusak kedamaian dan keamanan.

“Memang tidak semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) selalu ada Polri dan TNI. Tapi TNI dan Polri selalu ada di dekat TPS, untuk Pemilu, jangan ada yang coba coba mengganggu,” tegas Mayjen TNI Sabrar Fadhilla.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.