News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kerangka Bangunan Patung Yesus di Pea Tolong Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara Dibongkar Oleh Kejaksaan Negeri Taput

Kerangka Bangunan Patung Yesus di Pea Tolong Kecamatan Siatas Barita Kabupaten Tapanuli Utara Dibongkar Oleh Kejaksaan Negeri Taput


Taput, --Lensasumut.com -Kamis 19/03/20, Bupati Taput bersama Kajari Taput Tatang Darmi, SH. M.H, Kapolres Taput AKBP Horas Silaen, Dandim 0210/TU Letkol Czi Roni Agus Widodo, Ketua DPRD Taput Poltak Pakpahan dan Ketua Pengadilan Taput diwakili, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Indra Simaremare, M.Si, Asisten II Osmar Silalahi, Asisten III Satya Dharma Nababan saksikan pembongkaran kerangka patung Yesus oleh pihak Kejaksaan Taput selaku Eksekutor, di Pea Tolong Kecamatan Siatas Barita. Proyek yg dikerjakan tahun 2013, selanjutnya jadi temuan dan dalam proses hukum dari tahun 2014 sampai 2017. Dan sudah ada para tersangka, menjalani hukuman terkait kasus ini.

Dalam kesempatan itu, Kajari Taput menyampaikan sambutan mengenai hal-hal menyangkut eksekusi. "Sebagai Pihak Eksekutor menyampaikan segala keputusan pengadilan tuntas. Status kerangka ini sudah total lost. Saya disini selaku jaksa eksekutor dan ini merupakan keputusan pengadilan," ujar Kajari mengakhiri.
"Saya selaku Bupati Tapanuli Utara meminta maaf kepada kita semua kalau kerangka patung ini harus dibongkar, karena ini keputusan pengadilan. Saya minta kepada seluruh masyarakat Tapanuli Utara untuk memahami bahwa ini keputusan Pengadilan diakibatkan nilai kerangka ini sudah total lost, dan gagal Konstruksi, dan kalau ini dilanjutkan maka akan menjadi temuan hukum baru," ujar Bupati Taput, Nikson Nababan.
Kapolres Taput membacakan hasil investigasi lapangan dan rekapitulasi nilai pekerjaan terselesaikan Angker Baja dilakukan pada portal dalam keadaan lemah, tiang portal langsung tertimbun tanah dalam kondisi basah, lantai altar telah retak retak (retak struktur), pengelasan pada pipa Galvanis konstruksi tidak memenuhi syarat pengelasan yang baik, pembulatan pipa rangka tidak dilakukan dengan metode pabrikasi press dan tidak memenuhi teknis, pembauran baja kurang sempurna dan tidak memenuhi teknis, pangkal tiang induk baja terendam air sehingga akan cepat berkarat, timbunan perlu dipadatkan pada bagian yang tidak sempurna, mutu beton terperiksa di bawah mutu rencana sebesar K300, pengecoran beton belum mengikuti teknis pengecoran, investigasi ulang tentang geometrik dengan alat ukur teodolit menghasilkan ada kemiringan menara baja ke depan sebesar 4 cm. Dampak kemiringan cenderung menimbulkan beban tambahan moment, akibat titik berat massa menara menjadi eksentris.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.