News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Perajin Tenun di Tapanuli Utara Mulai Resah

Perajin Tenun di Tapanuli Utara Mulai Resah

Tarutung - Lensa Sumut.com Sejumlah perajin di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mulai resah akibat harga jual kain tenun di Pasar Tradisional Tarutung mendadak anjlok, bahkan nyaris tidak laku sehingga perekonomian mereka sangat merosot. Mereka meminta agar pemerintah daerah memperhatikan para pengerajin tenun di Taput, ditengah pedemi Virus Covid 19.

Menurut seorang perajin tenun, Ma Evans Boru Purba, anjloknya harga kain tenun ini terjadi di tengah pandemi virus corona COVID-19. Sebelum pandemi COVID-19, biasanya mereka masih bisa menjual kain tenun motif biasa satu pasang Rp 1.200.000. "Sekarang, seperti kemarin kami menjual di Pasar Tarutung harga anjlok menjadi Rp 900.000 dari sebelum pedemi Virus Covid 19 bisa dijual dengan harga Rp. 1.200.000," katanya, Kamis, (17/4). Selain karena harga jual yang mendadak anjlok, harga benang tetap naik harganya, hal ini membuat mereka khawatir, sebab belakangan ini sejumlah tauke atau penampung yang biasa menampung kain tenun mulai minim dan jarang. "Kami sangat resah, khawatir kain tenun tidak akan laku lagi di pasar, seperti kemarin ada kain tenun kita tidak laku, karena penampung dari yang biasanya selalu ramai, sekarang sudah mulai jarang kelihatan," ucapnya Boru Purba. Dia menjelaskan, akibat harga tenun turun drastis  perekonomian mereka sangat merosot total. Bahkan untuk makan sehari - hari saja sangat sulit. " Untuk itu kami meminta Pemerintah Tapanuli Utara memperhatikan kami para pengerajin tenun, apalagi para pengerajin tenun yang hanya mengharapkan hasil penjualan tenun yang tidak ada penghasilan lainnya,"terangnya.

Hal sama disampaikan perajin tenun lainnya, Rita Boru Panggabean pengerajin tenun di Pansurnapitu, Ia menerangkan bahwa biasanya pada hari-hari biasa mereka bisa menjual kain tenun sejenis mandar sadum seharga Rp 2 juta.
"Tapi sekarang harganya hanya laku Rp 800.000, itupun kalau ada penampung," ujarnya. Mereka berharap agar Pemerintah Daerah Tapanuli Utara bisa membantu para perajin tenun dengan cara menaikkan dan menstabilkan harga di pasaran. (Tulus)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.